kesenian

Beralih ke Budaya Modern

Kesenian di Keramas Semakin Pudar

di ambil dari berbagai sumber

Keramas, bukan hanya terkenal dengan batu bata dan batu cadasnya  saja, tetapi desa Keramas juga terkenal dengan keseniannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya seniman-seniman tua dulu yang mampu membawa nama Keramas hingga ke luar kota Gianyar. Kesenian yang paling terkenal dari desa Keramas yaitu seni arjanya. Salah satu tokoh yang terkenal di Keramas adalah I Nyoman Monjong(alm) yang dulu sebagai pelatih arja di Keramas. Hampir di setiap banjar di Keramas mempunyai kelompok arja dan setiap odalan ada pertunjukan arja. Arja di Keramas dulu di pentaskan di wantilan pura-pura dengan hanya menggunakan panggung yang sederhana. Hingga lama-kelamaan pementasan seni arja berkembang ke yang lebih modern. “ Dulu pementasan arja popular di desa-desa karena sedikitnya hiburan yang ada,” kata seorang kakek yang bernama lengkap I Made Tegug. Kakek yang berumur 70an itu adalah anak dari salah satu pemain arja di keramas yang bernama I Made Regeg(alm).

Kapan Arja Keramas mulai digerakkan, tak ada satu pun ditemukan catatan pasti mengenai hal tersebut. Hal ini pun diakui oleh seniman yang sekaligus merupakan tokoh  masyarakat I Gusti Agung Wiyat S.Ardhi. Menurutnya, seni arja di Keramas pertama kali dibangun oleh I Gusti Agung Pakang Raras atau yang sering disebut sebagai I Gusti Agung Pajenengan, sekitar tahun 1910. Seiring dengan perjalanan waktu, Arja Keramas mulai tersohor sejak dalam binaan I Gusti Agung Putu Gelgel yang merupakan menantu dari I Gusti Agung Pakang Raras. Berkembangnya desa Keramas sebagai desa seni tidaklah hal yang gampang, tetapi membutuhkan perjuangan dan proses yang cukup panjang. Continue reading “kesenian”